Hadapi Masalah Dengan Tenang

Tiap manusia dilahirkan ke dunia dengan membawa masalah. Ketika pertama kali lahir, masalah yang dihadapi manusia adalah menangis. Mengapa bayi yang menangis setelah keluar dari rahim ibu itu adalah masalah ? Pertama, di dalam rahim ibu, bayi merasakan kehangatan, keamanan, dan kenyamanan. Nah, setelah lahir, bayi tersebut merasakan adanya ketidaknyamanan karena lingkungan di luar rahim ibu berbeda dengan ketika bayi masih di dalam rahim. Bayi merasakan lingkungan yang baru itu tidak aman bagi si bayi tersebut. Kedua, seperti kita ketahui, sebelum ditiupkan ruh ke janin, maka ruh tersebut di alam ruh telah bersyahadat dan mengakui Allah Swt. itu Tuhannya. Seperti terdapat dalam firman Alloh Swt. dalam surat Al A’raf : 172, yang artinya :

“ Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman), ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘Betul,(Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, ’Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini’.”

Nah, ketika lahir terus kemudian menangis dikarenakan bayi tersebut ‘lupa’ akan janji yang telah diucapkannya ketika di alam ruh di hadapan Tuhannya. Oleh karena itu, tugas orang tualah yang mengarahkan anaknya. Bayi yang lahir akan tetap suci (fithri). Anak akan menjadi Majusi, Yahudi, atau Nasrani itu tergantung orang tuanya.

Ketika mulai menginjak remaja, muncul masalah lagi yaitu peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, yang disebut masa transisi. Pada masa transisi ini, anak mengalami berbagai berbagai ‘kebingungan’.

Pada masa remaja, seseorang berada dalam posisi antara anak dan orang dewasa. Dalam lingkungan sosial pun, anak remaja tidak mempunyai tempat yang jelas. Remaja masih belum mampu untuk menguasai fungsi fisik maupun psikisnya. Masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat-sifat masa transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status orang dewasa tetapi tidak lagi memiliki status kanak-kanak.

Dalam masa remaja, terjadi perubahan fisik dan juga emosional. Perubahan fisik dapat diketahu dari berubahnya bentuk tubuh dikarenakan pertumbuhan hormonal tubuh. Perkembangan fisik inilah yang dapat memberikan atau mempengaruhi kondisi psikologis remaja.

Pada masa remaja terjadi juga konflik dalam diri remaja tersebut. Remaja ini masih mengalami kebimbangan yaitu ingin memisahkan diri dari orang tua atau menuju kearah teman-teman sebaya. Di samping itu, remaja juga mengalami ‘krisis jati diri’ dan berusaha mencari tahu ‘siapa dirinya’. Oleh karena itu, dalam bertindak remaja selalu mencario role model yang tepat untuk menjadi panutan dalam hidupnya.

Begitu juga ketika menginjak masa dewasa. Banyak permasalahan yang muncul, mulai dari memilih pasangan hidup, menikah, berkeluarga, mencari nafkah, dan pensiun. Masalah itu muncul sebagai bagian dari sunnatullah. Setiap masalah yang dihadapi, bisa menimbulkan stress dan membuat batin kita tidak bahagia.

Saudaraku,

Sampai kapan pun kita tidak akan pernah lepas dari masalah. Oleh karena itu, mulai sekarang dan mulai detik ini, kita harus belajar untuk menghadapi masalah dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Masalah tidak akan pernah mendapat solusi jika pikiran dan hati kita tidak tenang. Pikiran yang tenang dan hati yang jernih dapat memunculkan ide-ide kreatif dan solusi yang tepat sehingga berbagai masalah dapat selesai dengan baik. Sangatlah tepat jika Islam mengajarkan umatnya jika menghadapi masalah hendaknya diawali dengan wudhu dan sholat sunnah dua rekaat kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan do’a. karena dengan berwudhu, sholat sunnah dua rekaat kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan do’a maka pikiran dan hati ini akan senantiasa mendapat bimbingan dari Allah Swt. sehingga pada akhirnya semua masalah akan terpecahkan atas izin dan pertolongan Allah Swt. Selain itu, berdasar penelitian, jika kita dalam menghadapi masalah diawali dengan wudhu yang benar, sholat sunnah dua rekaat, dan do’a yang khusyuk maka di dalam tubuh kita akan memancarkan energi positif yang memberi motivasi untuk bertindak secara tepat karena tubuh kita dibekali oleh Allah Swt. kemampuan merespon do’a yang kita ucapkan.

Satu pemikiran pada “Hadapi Masalah Dengan Tenang

  1. Seandainya kita tidak khusuk dalam menjalankan shalat sunat tersebut….tetapi kita sudah berusaha untuk melaksanakannya, apakah do’a kita kan dikabulkan oleh Allah ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s