Menulis Itu Menyenangkan

Menulis, kata ini sering ditakutkan oleh sebagian orang. Kenapa ditakutkan oleh sebagian orang? Karena mereka tidak tahu harus memulai dari mana untuk membuat sebuah tulisan. Alasan klasik adalah tidak memiliki bakat dalam hal menulis. Alasan tersebut tidak sepenuhnya benar karena sejak kecil kita telah diajari membaca dan menulis. Jadi kalau tidak memiliki bakat dalam menulis adalah hal yang tidak masuk akal karena kalau tidak berbakat menulis, mana mungkin sejak kecil kita diajari menulis.
Ada lagi alasan mengapa menulis menjadi kegiatan yang menakutkan sehingga dijauhi, yaitu mereka terpaku oleh ejaan bahasa yang dibakukan alias EYD. Padahal untuk menjadi seorang penulis tidak perlu ejaan baku. Ejaan baku hanya digunakan untuk karya ilmiah.
Yang dibutuhkan seorang penulis adalah daya kreativitas, imajinasi, keberanian, dan kemauan yang kuat. Kalau itu dimiliki oleh seseorang maka itu sudah cukup bagi seseorang untuk menjadi seorang penulis.
Menulis itu selain menyenagkan juga menyehatkan jiwa. Ketika sedih, bete, atau lagi marah, daripada dilampiaskan ke hal-hal negatif, lebih baik dilampiaskan dalam sebuah tulisan. Banyak penulis-penulis lahir karena mereka berani mengungkapkan apa yang dirasakannya dalam sebuah tulisan. Sebagai contoh, Raditya ‘si kambing jantan’. Dia menjadi penulis dengan menuliskan pengalaman-pengalaman pribadinya dengan bahasa yang tidak baku.
Berikut ini akan saya beberkan ciri-ciri yang harus dimiliki penulis :
1. Self-confidence ; seorang penulis harus yakin akan kemampuan diri dalam menghasilkan tulisan secara optimis.
2. Originality ; seorang penulis harus mampu dan mau memunculkan ide-ide sendiri. Jika belum ada ide baru, maka bisa menggunakan ide orang lain kemudian dimodifikasi sehingga menghasilkan ide kreatif.
3. Reader or People Oriented ; seorang penulis dalam menghasilkan karya harus berorientasi pada pembacanya sehingga pembaca mendapat ‘sesuatu’ yang bermanfaat dari tulisan kita.
4. Quality Oriented ; seorang penulis dalam menghasilkan karya harus mengutamakan kualitas. Walaupun karya kita hanya berupa kumpulan pengalaman pribadi, tapi performanya harus menarik dari segi isi dan bisa memberikan ‘pencerahan’ bagi pembacanya.
5. Risk Taking ; seorang penulis harus mau ambil risiko jika ternyata tulisannya dikritik orang lain.
Akhir kata, menulis adalah hal yang menyenangkan karena menulis bisa sebagai sarana katarsis, yang akhirnya bisa menyehatkan jiwa. So…..mari kita galakkan budaya menulis.

7 pemikiran pada “Menulis Itu Menyenangkan

  1. Yap bener banget, setuju kalo menilis bisa menyehatkan jiwa…dengan menulis kadang pas kita lagi kesel/marah, seneng atau pas badmood pun bisa tersalurkan hehehhe..
    makasih untuk tips2nya…
    Tapi memang bener nihhh, kadang ide ada tapi masih punya rasa minder karena merasa tidak punya bakat menulis kaya diriku ini…

  2. kalau menulis itu menangis
    pasti
    lagi berbakti di hadapan Illahi

    kalau menulis itu menyenangkan
    pasti
    lagi ngerti ulasan Mastorry ini

    kalau menulis itu
    namaku
    kenalan, dong!

  3. hehehe bisa buang uneg2, nulis hal2 gak jelas:p
    penulis amatir neh, eh bisa dbilang penulis gak yah jenis seperti diriku ini hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s