Politik dan Politisi ‘Mati Gaya’

Pesta demokrasi semakin dekat, kira-kira tinggal 2 minggu lagi. Para caleg, parpol, dan elite politik berlomba-lomba meraih suara rakyat sebanyak-banyaknya. Ibarat bisnis, mereka menjual ‘produk’ yang berupa partai dan janji-janji. Mereka, para partai besar atau gurem, ‘menginvestasikan’ uang mereka demi duduk di parlemen atau jadi RI 1. Bahkan ada partai baru tapi mempunyai dana lebih dari 15 milyar rupiah, semua ‘diinvestasikan’ untuk meraih suara dan harapan mereka setelah berhasil meraih suara, kemudian mulai berpikir bagaimana dapat untung atau minimal modal kembali. Strategi ‘iklan’ semua partai sama yaitu mengedepankan kemiskinan, pengangguran, sekolah gratis, lapangan kerja banyak, sembako murah, kesehatan gratis bahkan ada yang membuat kontrak politik demi perubahan. Pertanyaannya adalah apa bisa mereka merealisasikan itu semua? Duitnya dari mana, ngutang lagi? Kalau ngutang lagi ya…capek dech….

Itulah alasan saya pakai judul politik dan politisi  ‘mati gaya’. Para elite politik, parpol, caleg dan tokoh-tokoh politik yang terhormat, benar-benar sudah ‘mati gaya’ alias tak ada program yang membumi, kreatif, inovatif, inspiratif, dan pokoknya yang serba baru. Program kampanye mereka seperti orang ‘latah’ dan bisanya ikut-ikutan orang lain serta obyek kampanyenya rakyat kecil, kasihan rakyat kecil jadi korban ‘janji-janji surga’ para elite politik.

Kita sebagai rakyat kecil harus lebih selektif, cerdas, dan berpikiran jernih di dalam memilih calon wakil rakyat atau calon pemimpin negeri ini. Jangan pilih mereka berdasarkan janji-janji kampanye, wajah ganteng atau cantik, atau yang banyak nyebar duit. Pilihlah mereka yang benar-benar ikhlas dalam berjuang. Bisa kita lihat nanti setelah PEMILU pasti bermunculan orang-orang gila baru alias orang-orang stres baru dari kalangan caleg dan pasti rumah sakit jiwa akan penuh. Orang-orang gila baru itu muncul disebabkan mereka mencalonkan diri jadi caleg tujuannya bukan berjuang demi rakyat atau bangsa, tapi hanya akan memperkaya diri sendiri dan keluarga. Dan kalaupun ada yang sukses jadi wakil rakyat, bisa kita lihat pasti ada yang korupsi karena mereka berusaha balik modal. Mereka inilah ‘orang-orang kurang kerjaan’ yang ‘mati gaya’, dan bagi yang lolos jadi wakil rakyat bisa disematkan label politisi ‘mati gaya’.

Saran saya, pilihlah calon Anda dengan pikiran yg jernih. GOLPUT adalah the last choice alias pilihan terakhir ketika Anda tidak sreg atau tidak cocok dengan pilihan yang ada. GOLPUT itu TIDAK HARAM karena tidak ada dalil dalam Qur’an atau Sunnah yang menerangkan bahwa golput haram, itu hanyalah pendapat orang yang tidak paham agama dan, maaf, bermental penjilat. GOLPUT jauh lebih tepat dipilih dari pada kita pilih calon wakil rakyat yang koruptor sehingga kita ikut-ikutan kena dosa. Sekali lagi GOLPUT adalah PILIHAN TERAKHIR dan DARURAT!

2 pemikiran pada “Politik dan Politisi ‘Mati Gaya’

  1. Wah! yang paling mati gaya tuh yang perlu bawa orang-orang entertain. Karena sebagai CALON pemimpin mereka belum mampu membuat warganya nyaman menghada[i [emimpin yang satu ini. ** ckckckc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s