Pemerintah bisa menciptakan lapangan kerja?

Ide ini muncul ketika melihat tayangan iklan parpol yg bertubi-tubi di media visual jarak jauh alias televisi. Di iklan tsb, parpol-parpol mengumbar janji jika menang maka jutaan lapangan kerja akan disiapkan, pengangguran menurun, kemiskinan berkurang, dsb. Iklan tsb sangat menggelitik hati saya dan muncul pertanyaan besar di benak saya, benarkah elite politik (pemerintah) bisa menciptakan jutaan lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan kemiskinan? Ataukah itu hanya retorika politik saja untuk memberikan ‘angan-angan semu’ bagi rakyat bagai fatamorgana di padang pasir?

Di sini saya tidak ingin memojokkan siapa pun atau membela siapa pun karena saya sendiri bingung harus menentukan sikap kemana. Di sini saya netral karena posisi saya hanya sebagai ‘pengamat’ kondisi sosial di masyarakat dan sangat prihatin dengan kondisi negara ini.

Pengangguran atau kemiskinan sampai kapan pun tidak akan pernah bisa dihapus atau dihilangkan karena keduanya sebagai balancer atau penyeimbang kehidupan di dunia, dan juga keduanya adalah pilihan hidup (life choice). Pengangguran dan kemiskinan tak akan pernah bisa diselesaikan dengan berbagai macam kebijakan pemerintah (government policy) karena kemiskinan dan pengangguran berhubungan dengan mentalitas seseorang. Kok bisa?

Pengangguran dan kemiskina terjadi karena mentalitas manusianya yang malas dan lemah. Mereka berusaha mendapatkan kesenangan atau kekayaan namun enggan atau malas berusaha. Kasus pengangguran di Indonesia masih tinggi disebabkan Indonesia (baca : rakyat Indonesia) masih terpengaruh oleh budaya kolonialis imperialis Belanda. Pengaruh kolonialis imperialis Belanda begitu membekas alias mendarah daging di seluruh rakyat Indonesia. Walaupun kolonialis Belanda meninggalkan banyak gedung bersejarah namun juga meninggalkan mentalitas lemah bagi negara jajahannya. Budaya saling menjilat, sikut kiri-kanan, korupsi, kolusi, nepotisme, dsb telah diwariskan pada negara jajahannya. Begitu juga dengan pemikiran bahwa menjadi Pegawai Pemerintah (sekarang PNS) adalah pekerjaan yang punya nilai prestise tinggi sedangkan pekerjaan lain hanya sebagai pekerjaan rendahan. Ingin bukti? Lihat aja banyak orang yang narsis dan nampang demi jadi anggota legislatif, serta banyak orang rela antri bahkan menyuap demi menjadi PNS. Akibatnya, orang yang kalah bersaing akan dengan ‘suka rela’ menjadi pengangguran dan lebih memilih ‘menengadahkan tangan’ demi sesuap nasi.

Pengangguran dan kemiskinan hanya bisa dirubah oleh masing-masing individu. Jika mayoritas rakyat Indonesia mau berjuang mengeluarkan keringat dengan usaha mandiri, yang halal tentunya, dan memiliki fighting spirit (semangat berjuang) yang tinggi maka tidak mustahil kemiskinan dan pengangguran akan berkurang. Kemiskinan dan pengangguran tidak akan dapat diselesaikan dengan subsidi pemerintah atau bantuan langsung tunai karena itu TERBUKTI malah membuat masyarakat jadi malas. Selain itu, harusnya pemerintah tiap tahun tidak menambah jumlah PNS karena di Indonesia jumlah PNS sudah mencapai 2% dari total jumlah penduduk (kira-kira 4,5 juta orang), belum lagi yang memasuki masa pensiun yang jumlahnya jutaan. Jumlah PNS dan pensiunan PNS yang begitu banyak sangat memberatkan anggaran pemerintah karena gaji PNS sekarang minimal 2 juta rupiah dikali jumlah total PNS di seluruh Indonesia, belum lagi pemerintah harus membayar tiap bulan pensiunan PNS yang jumlahnya tidak sedikit.

Harusnya pemerintah berusaha mencari cara bagaimana merubah mentalitas rakyat yang terlanjur ‘rusak’ karena dampak penjajahan selama ratusan tahun, bukannya malah ‘merusak’ mentalitas rakyat dengan program-program basi dan menyesatkan. Orang kaya di Indonesia bisa dihitung dengan jari sedangkan jumlah orang miskin sangat banyak. Kalaupun ada pihak yang katanya punya kontrak politik untuk perubahan bangsa, atau pihak yang mengklaim bahwa programnya sudah baik dan perlu dilanjutkan, itu PANTAS dipertanyakan, parameternya apa? Kontrak politik untuk perubahan bangsa itu pun hanya angan-angan semu dan tidak membumi (bukan down to up tapi hanya up to down) kemudian pihak yang mengklaim programnya sukses itu juga hanya omong kosong. Negara ini kacau rakyat dan sistemnya karena salah kelola. Banyak pihak yang mengaku pintar, tapi ternyata pintar ngibulin rakyatnya.

Oleh karena itu, saya sebagai pihak yang netral dan ‘korban’ pemerintah, menyarankan kepada para generasi muda supaya berani bertindak dan berbuat minimal bagi diri sendiri dan keluarga. Ciptakan lapangan kerja sendiri karena kalau kita mau berpikir, negara ini punya potensi yang luar biasa dahsyat dan pasar potensial bagi para new young entrepreneur (pengusaha muda baru). Untuk memulai sebuah usaha baru, kita jangan hanya terpaku modal finansial saja karena yang penting kita mulai dulu dari yang sederhana. Berdasar pengalaman saya dalam memulai usaha kecil yang baru, dulu saya tidak punya modal satu sen pun namun berkat kegigihan saya dalam menjalin silaturahim dan tekad yang kuat maka semua berjalan lancar. Selain itu, kita tidak usah memikirkan legalitas usaha karena mengurus legalitas usaha itu sangat rumit dan hanya bisa dilakukan jika modal kita sudah besar. Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita. INGAT….MASA DEPAN ANDA BERADA DI TANGAN ANDA BUKAN DI TANGAN PEMERINTAH!!! HATI-HATI DENGAN JANJI ELITE POLITIK!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s