Psikologi Kekalahan

   Hidup ini adalah sebuah kompetisi. Ada yg menang, ada juga yg kalah. Kita semua yakin bahwa kita selalu siap untuk menerima kemenangan namun hanya sedikit dari kita yg siap untuk menerima kekalahan. Bisa kita lihat fenomena caleg yg stres karena gagal dalam pileg atau elite politik yg gagal memenangkan Pemilu kemudian ramai-ramai koalisi memboikot Pemilu. Ini merupakan sebuah keprihatinan nasional.

   Kita diciptakan ke dunia diciptakan sebagai ‘pemenang’. Oleh karena itu, seorang ‘pemenang sejati’ adalah orang yg siap menerima kondisi apapun walaupun itu menyakitkan. Kalah dan menang adalah sebuah pilihan. Jika kita siap untuk menang, maka kita juga harus lebih siap untuk kalah. Itulah psikologi kekalahan. Kalah dalam satu bidang, belum tentu kalah di bidang lain. Bangsa ini butuh pemimpin yg punya sikap legawa (lapang dada) ketika menerima kekalahan (kegagalan) bukan pemimpin yg haus kekuasaan. Negara dan bangsa ini bisa maju dengan dilandasi sikap legawa (lapang dada) dari para pemimpinnya sehingga rakyat akan mencontoh sikap legawa dari pemimpinnya.

Satu pemikiran pada “Psikologi Kekalahan

  1. wah bagus tuh..psikologi kekalahan.. kadang kita lupa klo setiap kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah dan kita ga siap klo ternyata kita berada di posisi yang kalah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s