Sebuah Ironi di Negeri Ini

   Antrean panjang terlihat di salah satu toko sepatu impor dari Amerika di sebuah mal di Jakarta, Selasa (21/4). Meski toko belum buka, para calon pembeli itu rela antre demi sepatu impian yang harganya menjadi murah setelah didiskon.

   Antrean yang amat panjang membuat pihak penjual menyiapkan sejumlah kursi. Pasalnya, ada pembeli yang membawa anak-anak. Demi sepatu, mereka harus mengantri berdesak-desakan yang tentu memakan waktu berjam-jam lamanya. (Liputan6.com)

   Dari berita di atas, terlihat jelas sekali bahwa rakyat Indonesia belum dewasa. Di tempat lain, di hari yg sama, ribuan orang miskin antre berdesak-desakan hanya demi mendapatkan BLT sebesar dua ratus ribu, bahkan ada enam orang jompo yg pingsan karena kelelahan menunggu. Di Jakarta, orang-orang kaya antre hanya untuk mendapatkan sepatu impor seharga dua ratus ribu bahkan tidak sedikit yg membeli sampai sepuluh pasang. Di sisi lain, pemerintah sedang berusaha menggalakkan produksi sepatu dalam negeri. Ironis sekali.

   ‘Ketidakdewasaan’ rakyat Indonesia sebenarnya disebabkan adanya faktor gengsi (prestise) dan gaya hidup instant. Pemerintah tidak berusaha mendidik rakyatnya supaya bertindak dewasa namun hanya memikirkan pembangunan infrastruktur. Infrastruktur maju tanpa dibarengi kedewasaan rakyat Indonesia sama dengan bunuh diri. Jika ini dibiarkan terus menerus maka selamanya negara ini tak akan pernah maju.

   Pesan saya kepada para elite politik dan seluruh lapisan masyarakat, mari kita benahi bersama-sama mentalitas bangsa ini. Kita kesampingkan kepentingan partai atau golongan. Karena sejatinya, pejuang sejati hanyalah orang yg mau berkorban demi orang lain bukan demi partai atau kelompoknya saja.

4 pemikiran pada “Sebuah Ironi di Negeri Ini

  1. Benar Kata Rhoma Irama :

    Yang Kaya Makin Kaya, Yang Miskin Makin Miskin

    Pilih Prabowo … Biar Rakyat Indonesia Miskin Semua
    Jika Kaya akan Kaya Semua…

    Inti Ekonomi Kerakyatan …

  2. NEGERI IRONIS
    Cipt:HARI WIDI ( GATEL BAND )

    Sejak terserang wabah konsumeris
    Negeri agraris kini krisis kronis
    Kurcaci kurcaca bak kaum borjuis
    Bangga bergaya hidup konsumeris
    Iblis kapitalis puas cengagas-cengingis
    Begawan ekonomi was-was cemas miris meringis

    Nekat jalan pintas yang penting necis
    Persetan walaupun tak realistis
    Mak rembes apes nyaris mati ngenes
    Bungsunya sadis karna konsumeris
    Paramedis letih lesu lelah dan lemas
    Karna rumah sakit penuh sesak berdesak pasien stres

    Gizi buruk hanya info sekilas
    Tak menarik seperti kuis sms
    Karna kalayak sedang sakit autis,Demam telekuis…
    Diseberang panggung goyang ngebor artis
    Sibusung lapar merintih menangis
    Pejabat klimis kebakaran kumis ,Mendadak bengis…

    Kelaparan hanya info melintas
    Jangankan membrantas membahaspun malas
    Layar kaca sarat tayangan showbiz dan baragam Kuiss
    Paman Dolar heran bertanya sinis
    Benarkah ini negri krisis kronis …?
    Begawan ekonomi kontan psikis kebelet pipis
    Stress karena dilematis

    Lagu NEGERI IRONIS dan Lagu-lagu Kritik Sosial lainnya dari GATEL BAND,dapat didengar dan diunduh gratis di http://gatelbandku.co.cc

  3. EPIDEMI
    Cipt:HARI WIDI ( GATEL BAND )

    Oh…gejala apa ini…?
    Bila budaya malu tiada lagi
    Setiap hari disana-sini
    Maksiat tlah menjadi hobi

    Oh…pertanda apa ini…?
    Pornografi,pornoaksi berdalih seni
    Pamerkan aurat menjadi tradisi
    Dekadensi moral bagai EPIDEMI

    Perkosaan setiap saat terjadi,
    Perzinahan marak disana-sini
    Perselingkuhan kini sedang trendi
    Kaum pedophili leluasa beraksi

    Dukun cabul bebas tikamkan belati
    Pelecehan sexual semakin menjadi
    NARKOBA meracuni generasi
    Aliran sesat menghantui

    Oh gejala apa ini…?
    Pembodohan publick marak ditelevici
    Setiap hari disana-sini
    Banyak orang bergaya hidup fantasi

    Oh pertanda apa ini…?
    Kerusuhan smakin sering terjadi
    Setiap hari disana-sini
    Anarki tlah menjadi hobi

    Publickvigur tak layak diteladani
    Selebritis gemar mencari sensasi
    Massmedia vulgar tak berhatinurani
    Banyak budayawan tak berbudaya lagi

    Politisi sibuk memprovokasi
    Hingga sparatis semakin berani
    Para penguasa masih hobi korupsi
    Virus mental bagai EPIDEMI

    Lagu EPIDEMI ada di http://gatelbandku.co.cc

  4. ORANG PINTAR
    Cipt:HARI WIDI ( GATEL BAND )

    Hai orang pintar inikah yang kau inginkan..?
    Bebas tanpa batas tak perlu ada aturan
    Hai orang pintar inikah yang kau harapkan..?
    Dekadensi moral semakin menghawatirkan

    Hai orang pintar inikah yang kau perjuangkan..?
    Kibar sangsaka semakin banyak tandingan
    Hai orang pintar inikah yang kau dambakan..?
    Garuda pancasila diplesetkan dilecehkan

    Hai…orang pintar,
    Dulu kau merasa yang paling pintar
    Sekarang kau malah tidur mendengkur,
    Tak perduli tatanan hidup hancur
    Hai…orang pintar,
    Dulu swaramu persis anjing lapar
    Sekarang kau tak berani berkoar,
    Bisu mirip pengantin baru dalam kamar

    Hai orang pintar inikah yang kau inginkan..?
    Paman jiran tolak pinggang disipadan dan ligitan
    Hai orang pintar inikah yang kau perjuangkan..?
    Pamansam girang cekakakan,jejingkrakan mirip setan,
    menyaksikan kerusuhan

    Hai…orang pintar,
    Dulu kau merasa yang paling pintar
    Sekarang kau malah tidur mendengkur,
    Tak perduli tatanan hidup hancur
    Hai…orang pintar,
    Dulu swaramu persis anjing lapar
    Sekarang kau tak berani berkoar,
    Bisu mirip pengantin baru dalam kamar
    Hai…orang pintar,
    Benarkah kau pintar apa sok pintar
    Sepertinya kau hanya provokator,
    Yang ambisius dan bermaksud kotor

    Lagu ORANG PINTAR juga ada di http://gatelbandku.co.cc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s