Filosofi bisnis dalam hidup

   Dalam dunia bisnis, dikenal istilah ‘pembeli dan pelanggan adalah raja’. Apa yang diinginkan pembeli sebisa mungkin harus dipenuhi oleh pebisnis atau pedagang. Oleh karena itu, seorang pedagang atau pebisnis harus senantiasa pro-aktif melakukan research untuk mengetahui kemauan pembeli. Contohnya, zaman sekarang masyarakat mengidam-idamkan hunian yang sederhana, nyaman, dan murah. Bagi pengusaha property harus mampu memenuhi impian masyarakat tersebut dengan berpikir keras dan melakukan langkah-langkah yang tepat. Jika pengusaha property tersebut mampu memenuhi impian masyarakat maka bisa dipastika pengusaha tersebut akan sukses dan kaya, dan biasanya pembeli secara tidak langsung akan membantu mempromosikan ‘produk’ pengusaha tersebut. 

   Selain itu, dalam dunia bisnis dikenal prinsip sederhana yaitu ‘jika kamu ingin kaya, maka juallah profit, bukan menjual barang.’ Apa maksud dari menjual profit atau ‘keuntungan’? Bukankah pedagang itu menjual barang ? Memang benar seorang pedagang itu menjual barang dagangan tapi tidak sedikit seorang pedagang mengalami kegagalan (gulung tikar) karena ‘hanya’ menjual barang. Yang dimaksud ‘menjual keuntungan’ adalah pebisnis menjual barang dagangan haruslah memikirkan keuntungan atau profit yang akan diperoleh pembeli setelah membeli dagangan kita sehingga pembeli akan merasa puas dan akan terus datang kepada pedagang. Seorang pebisnis jangan hanya memikirkan keuntungan pribadi tetapi juga harus memberikan keuntungan bagi pembeli karena jika hanya memikirkan keuntungan pribadi maka pembeli akan menjauh dan tak akan mau kembali.

   Di dalam menjalin hubungan dengan orang lain, kita juga harus mengedepankan filosofi bisnis. Seseorang jika ingin dihormati dan dihargai orang lain maka terlebih dahulu yang harus dilakukan adalah menghormati dan menghargai orang lain.Orang yang lebih tua terlebih dahulu harus menghormati dan menghargai yang lebih muda jika ingin dihormati orang yang lebih muda. Orang yang paling tua jangan merasa paling hebat atau paling pandai, dan sebagainya. Begitu pula orang yang berilmu janganlah merasa paling pandai dari pada orang yang awam karena bisa saja orang yang awam mengetahui ‘sebuah ilmu’ yang tidak diketahui orang yang berilmu.

   Selain itu, dalam menjalin hubungan dengan orang lain, berikanlah ‘keuntungan’ atau profit pada orang lain. ‘Keuntungan’ bagi orang lain adalah menjadikan orang lain itu begitu berharga di mata kita. Orang yang merasa harga dirinya ditinggikan maka orang tersebut akan respect pada kita. Namun jika harga diri seseorang direndahkan maka orang tersebut akan menjauhi kita.

   Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan sedikit pesan, pada diri saya sendiri pada khususnya dan pada pembaca pada umumnya, bahwa kita hidup itu adalah sebagai ‘pedagang’ sedangkan yang kita ‘jual’ pada orang lain adalah apa yang ada pada diri kita yang berupa akhlak, kepribadian, dan sikap kita pada orang lain. Oleh karena itu, marilah kita jaga tingkah laku kita sehari-hari, jangan sampai sedikit pun menyakiti perasaan orang lain karena jika kita bisa menjaga tingkah laku kita maka hidup kita akan tenang dan bahagia. Wallahu a’lam.

2 pemikiran pada “Filosofi bisnis dalam hidup

  1. Menjadi ‘pedagang’ yang selalu menjaga kualitas. Kualitas produk, kualitas pelayanan, kualitas pekerjaan, dan kualitas dirinya.

    Keuntungan terbesar justru bukan dari uang yang diterima, tetapi dengan kepercayaan yang dititipkan. Menjual profit berarti juga menempatkan diri kita dalam sudut pembeli yang tidak mau dirugikan dan mengharapkan nilai tambah yang berarti (tepa salira).

    salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s