Menggagas Ekonomi Kerakyatan ??

Lama tidak posting karena mengamati peta perpolitikan negeri ini. Akhirnya Sang Doktor Ekonomi Pertanian telah menemukan ‘soulmate’-nya untuk diajak bergabung maju menjadi RI-1 dan RI-2 walaupun  banyak cercaan dari ‘teman-teman’ koalisinya. Sang Doktor berani mengambil resiko mengajak Sang Profesor Doktor untuk menemaninya maju di pilpres. Jujur aja, langkah Sang Doktor sangat berani karena ‘soulmate’-nya adalah ahli ekonomi barat terkemuka dan track record-nya bagus. Sang Profesor dalam sambutannya di Bandung dan disaksikan jutaan rakyat Indonesia telah berjanji jika dia diberi mandat dan amanah menjadi RI-2 maka dia akan melawan liberalisasi ekonomi dan tidak akan menyerahkan ekonomi Indonesia pada ekonomi pasar. Sebuah tawaran yg bagus karena satu-satunya jalan Indonesia keluar dari krisis ekonomi global adalah dengan tidak menerapkan ekonomi pasar bebas. Indonesia butuh sistem ekonomi kerakyatan, sistem yg mengutamakan kemakmuran rakyat bukan sistem kapitalis. Pedagang tradisional dan pedagang kecil harus diperhatikan kesejahteraannya dan pembangunan swalayan atau mall di berbagai kota harus dibatasi. Kekayaan alam harus dikelola demi kemakmuran rakyat, jangan dijual pada pihak asing. BUMN haruslah di-nasionalisasi-kan dan jangan dijual pada pihak asing karena itu sumber pendapatan negara. Di samping itu, pemerintah harus  mendidik rakyatnya untuk berwirausaha dan hidup mandiri, jangan hanya bergantung pada orang lain. Koperasi (Baitul Maal wa Tamwil) harus digiatkan lagi demi menyokong ekonomi rakyat dan suku bunga acuan (BI rates) harus diturunkan menjadi di bawah 1 persen untuk menggiatkan usaha kecil (UMKM) sehingga dapat menyerap tenaga kerja. Amerika Serikat aja berani menurunkan suku bunga acuan menjadi 0.25 persen, masa’ Indonesia tidak mampu, apa kata dunia?

Itulah sedikit masukan dari saya, seorang rakyat kecil yg bodoh dan awam. Semoga bermanfaat.

Satu pemikiran pada “Menggagas Ekonomi Kerakyatan ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s