sAy No To BLT, sAy YES tO ENTREPRENEURSHIP

‘Say No to BLT, sAY yES To Entrepreneurship’, itulah tema yg aku angkat kali ini. Kenapa? Aku tertarik aja dengan jargon itu. Jargon itu aku buat BUKAN karena aku pendukung salah satu capres loh. Jargon itu aku buat karena aku merasa risih aja dengan kampanye para capres di media. Ada yg bilang bisa mengentaskan kemiskinan jika uang triliunan yg dipakai membangun apartemen para orang-orang kaya itu digunakan untuk membantu para petani dan pedagang kecil. Ada yg bilang akan membuat kontrak politik untuk menurunkan harga sembako dan menciptakan lapangan kerja. Ada yg bilang bisa menurunkan angka kemiskinan dengan memberi kompensasi kenaikan harga BBM yg berupa uang ratusan ribu rupiah. Semua bilang, DEMI WONG CILIK!!!

Menurut aku, para capres itu hanya omdo alias omong doank !! Tak ada prestasi membanggakan yg mereka buat. Lihat aja, sikap mereka selalu berubah-ubah…sekarang ngomong A, satu jam lagi ngomong B, C, D, dst. Satu lagi yg perlu diingat, para capres dan cawapres itu sekitar 5-6 tahun lalu pernah kerja sama dalam satu kabinet, bahkan salah satu capres yg maju sekarang, ketika menjadi presiden pernah menjual aset negara (BUMN) pada pihak asing. Dulu menjual aset negara, sekarang maju jadi capres…mau ditaruh mana itu muka? Tak punya malu !!

Yang mereka jual adalah ‘wong cilik’ alias rakyat kecil. Kekayaan mereka cukup untuk menghidupi anak cucu sampai tujuh turunan, tapi apakah mereka melihat ada orang yg tinggal di kolong-kolong jembatan? Apakah mereka tahu banyak pemulung yg makan dari tempat sampah ? Apakah mendeklarasikan Capres-cawapres di Bantar Gebang itu merepresentasikan berjuang untuk rakyat kecil ? Apa untungnya buat rakyat dengan mengumumkan kekayaan mereka ?

Untuk menyejahterakan rakyat itu sebenarnya gampang. Pertama, sumbangin seluruh kekayaan para capres-cawapres itu untuk rakyat miskin. Kedua, kurangi jumlah lowongan menjadi PNS. Ketiga, permudah rakyat untuk membuka usaha. Keempat, beri kemudahan akses rakyat mendapatkan modal usaha. Kelima, jangan lenakan rakyat dengan bantuan uang secara cuma-cuma. Keenam, beri asistensi atau pendampingan bagi rakyat dalam berwirausaha. Ketujuh, perluas pembangunan pasar tradisional dan persempit pembangunan mall atau swalayan modern terutama pemain ritel asing. Kedelapan, beri tempat yg strategis dan menguntungkan bagi pedagang kaki lima sehingga tidak akan ada penggusuran sadis para satpoL PP yg telah menewaskan satu balita. Kesembilan, perkuat permodalan bagi koperasi dan BMT (Baitul Maal Wa Tamwil) supaya masyarakat mudah mendapatkan modal dan terhindar dari rentenir. Kesepuluh, didik para siswa SMA, SMK, dan Mahasiswa supaya mereka dapat menciptakan usaha mandiri dengan pelatihan kewirausahaan yg benar-benar mengubah mindset mereka, dari berpikir lulus langsung kerja pada orang lain menjadi lulus langsung menciptakan lapangan kerja minimal bagi mereka sendiri. Kesebelas, yg paling utama adalah didiklah akhlak atau kepribadian rakyat dan generasi muda dengan mengoptimalkan pengarahan (ceramah / tausyiah / nasihat) agama dengan disertai teladan yang baik dari para pemimpinnya.

Demikian sedikit pendapat dari aku. Mungkin bagi para capres-cawapres, tulisanku ini hanya emosi sesaat. It’s no problem for me. Apa yg aku tulis ini hasil pengamatanku terhadap realita di negeri ini. Banyak orang kaya ingin cari kekuasaan…ya di pilpres 2009..Buktikan aja!!! Sebagai rakyat kecil, aku mau ngajak (tentunya yg mau diajak) para generasi muda untuk bangkit dan mengubah hidup kita masing-masing dengan disertai do’a dan usaha mandiri tanpa bergantung orang lain. Ingat…kemiskinan adalah sebuah pilihan hidup !!! Kita mau kaya atau miskin tergantung usaha mandiri kita dan do’a kita. SALAM ENTREPRENEUR…!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s