Kemiskinan bukan takdir tapi pilihan

Ide ini aku dapat ketika mendengar cerita nyata dari seorang teman tentang kehidupan sebuah keluarga yg serba kekurangan alias, maaf, miskin. Keluarga tersebut mempunyai 3 orang anak, satu perempuan dan dua laki-laki. Yg paling tua perempuan kelas 3 SMK dan tahun ini lulus, yg kedua laki-laki kelas 6 dan tahun ini juga lulus, sedangkan yg paling kecil laki-laki berumur 1 tahun.

Kepala keluarga ini bekerja sebagai buruh di pabrik sedangkan istrinya bekerja serabutan sambil mengasuh anak yg paling kecil. Yg paling mengenaskan adalah anak yg paling kecil tidak bisa mendapatkan susu karena tidak ada biaya buat beli susu sedangkan ASI si ibu tidak keluar sejak si kecil lahir. Jika si kecil haus maka dia dibuatin teh. Coba bayangkan, anak balita dikasih minum teh. Pokoknya sangat mengenaskan.

   Miskin dan kaya, dua hal yg berpasangan dan telah menjadi ketentuan Allah di dunia. Allah menciptakan segala hal di dunia ini berpasangan sebagai penyeimbang (balance) supaya hidup ini berwarna.

   Miskin atau kaya, kedua hal ini diciptakan Allah untuk manusia supaya manusia bisa memilih. Orang yg kaya dalam hidup sebenarnya bukanlah takdir tapi itu sebuah pilihan hidup. Begitu juga dengan orang yg miskin, itu juga pilihan hidup. Orang bisa menjadi kaya karena dia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mecapai kesejahteraan. Jangan dikira kekayaan itu akan turun dengan sendirinya. Orang yg kaya itu dulunya juga miskin namun dia berusaha keras, melalui proses dengan disertai doa sehingga dia menjadi kaya. Sedangkan orang yg miskin itu adalah orang yg mudah menyerah ketika mendapat kegagalan. Selain itu, orang miskin itu tidak tahu ilmu bagaimana mendapatkan rezeki dengan bekerja karena pemikiran mereka sempit dan tidak terbuka. Aku tidak menyalahkan orang miskin karena aku sendiri juga pernah merasakan bagaimana jadi orang yg serba kekurangan.

   Saudaraku, di sini aku tidak menyudutkan posisi orang miskin karena dari kasus di atas ternyata diketahui bahwa akar penyebab keluarga tersebut serba kekurangan dikarenakan mereka tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menambah pemasukan keluarga. Mereka bingung atau tidak tahu ketika diberi uang atau modal mau dipakai apa. Nah, dari kasus di atas bisa diambil kesimpulan bahwa orang yg serba kekurangan (miskin) itu dikarenakan mereka tidak punya ilmu untuk mencari uang. Orang-orang seperti merekalah yg harus kita bantu, di samping dibantu dengan materi (uang), mereka juga harus dibantu dengan pembimbingan untuk membuka usaha sehingga mereka menjadi mandiri. Kita tidak harus menunggu uluran tangan pemerintah tapi kita harus bertindak dengan kemampuan kita masing-masing untuk membantu mereka. Semangat wirausaha tidak bisa diciptakan oleh pemerintah namun hanya bisa diciptakan oleh diri kita masing-masing asalkan kita mau bertindak. Mari kita ciptakan dalam diri kita semangat untuk mandiri supaya harga diri kita bisa naik. Ingat…orang yg mandiri itu jauh lebih dihargai daripada orang yg menggantungkan nasib pada orang lain.

gambar foto : http://visipramudia.files.wordpress.com/2008/05/rizalsyam2jpg.jpg

Satu pemikiran pada “Kemiskinan bukan takdir tapi pilihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s