Hati-hati dengan tayangan televisi

Televisi adalah hiburan yg paling murah bagi keluarga. Dengan televisi, kita jadi bisa tahu berita terkini dan ter-update. Dari berita politik, gosip, sampai sinetron murahan. Bagi anak-anak, televisi bisa menjadi hiburan tersendiri karena banyaknya film kartun produksi luar negeri alias kartun impor. Selain sebagai hiburan dan menambah wawasan, televisi tayangan televisi mempunyai dampak negatif yg jauh lebih besar daripada dampak positifnya.

Adapun dampak negatifnya adalah tayangan berita di televisi, kadang-kadang, bisa menimbulkan perpecahan karena pemberitaan yg tidak benar. Misalnya tayangan infotainment yg ‘jualannya’ mencari-cari kesalahan orang lain. Bagi anak-anak, tayangan film kartun bisa menyebabkan si anak tumbuh menjadi pribadi yg anti-sosial karena pergaulannya hanya di depan televisi. Di sisi lain, film kartun juga bisa mengajarkan kekerasan, misalnya Tom & Jerry, One-Piece, Naruto, dst. Di sisi lain, film kartun juga membuat si anak disorientasi seksual, contohnya kalau dulu ada Teletubies, sekarang ada Spongebobs. Bagi masyarakat, tayangan televisi dapat membuat orang punya persepsi negatif. Misalnya, pemberitaan yg tidak jelas membuat suatu negara membenci negara lain, dsb. Selain itu, tayangan sinetron sebaiknya dikurangi, ditambah lagi reality show yg penuh dengan permusuhan, perkelahian, dan kata-kata kotor sebaiknya dihilangkan karena mengajarkan permusuhan.

Oleh karena itu, mari kita jaga generasi muda Indonesia dari pengaruh buruk tayangan televisi. Bagi pemilik stasiun televisi, mari berlomba-lomba membuat program televisi yg mendidik, kreati, inovatif dan mencerdaskan bangsa. Terima kasih.

3 pemikiran pada “Hati-hati dengan tayangan televisi

  1. Memang benar sih mas sekarang ada beberapa tayangan televisi yang sifatnya tidak mendidik. Salahsatunya yang infotainment itu bukankah dalam tayangan tsb lebih cenderung mengungkapkan wilayah privacy orang yang terkadang maaf menurut saya justru seharusnya tidak menjadi konsumsi publik.
    Belum lagi acara reality show, yang sebenarnya justru hanya menyuguhkan sebuah drama kehidupan yang tidak lepas seperti sinetron saja. ( karena lebih banyak unsur dramatisnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s