Wisata ‘Kemiskinan’

Jumat (12/6) jam 10.30 malam aku lihat acara di TV dengan tema ‘Wisata Kemiskinan’. Dalam tayangan tersebut tampak jelas beberapa orang asing mengunjungi daerah-daerah kumuh dan miskin seperti di pinggir rel kereta dan bantaran sungai. Mereka tidak hendak melakukan bakti sosial atau memberikan bantuan namun mereka ke sana karena berwisata melihat-lihat orang miskin. Bahkan ketika diwawancara oleh kru TV dan ditanya apa tujuan datang ke tempat seperti itu, mereka menjawab untuk berwisata karena kalau wisata ke Bali sudah biasa, dan wisata ke tempat orang miskin adalah wisata yg unik dan menarik. Mendengar jawaban itu, hati ini rasanya sedih, marah, miris,…pokoknya campur aduk….  ;-(

Melihat tayangan tersebut, aku jadi teringat ketiga pasang capres-cawapres yg saat ini ‘sibuk’ kampanye dan ‘menjual’ diri mereka pada rakyat. Jualan mereka bertiga adalah rakyat miskin. Mereka berkoar-koar sanggup mengentaskan kemiskinan dan sibuk mencari simpati rakyat kecil, dan kalau udah terpilih pasti lupa. Itu lagu lama..!!!!

Herannya, dalam tayangan tersebut tidak tampak ‘seekor’ pun orang-orang pejabat daerah. Mereka (pejabat daerah) seolah-olah bangga mempunyai ‘tempat wisata’ yg pemandangannya kemiskinan. Mereka (pejabat daerah) mungkin mendapat uang ‘karcis masuk’ dari orang-orang-asing tersebut untuk mengunjungi kaum miskin dan melihat kehidupan mereka.

Aku melihat tayangan tersebut malu, kenapa malu? Karena negara yg sebesar dan sekaya ini masih ada orang miskin, dan yg lebih ironis lagi tempat tinggal orang-orang miskin dan papa dijadikan tempat kunjungan wisata bagi orang asing. Apakah bangsa ini masih punya HARGA DIRI dan RASA MALU? Apa mungkin HARGA DIRI dan RASA MALU itu sudah digadaikan hanya demi kepentingan pribadi dan golongan? Aku harus marah dengan siapa? Ini salah siapa? Wallahu a’lam…

9 pemikiran pada “Wisata ‘Kemiskinan’

  1. Hmmm..bener..ya, trenyuh , miris , malu dan berbagai perasaan campur aduk melihat saudara2 kita yg miskin justru jadi tontonan…. Pemerintah ada yang lihat tayangan TV tsb nggak ya?

  2. bangga / malu? sebagai orang indonesia saya malu… harga diri bangsa sama aja diinjak2 tuch..
    mereka pulang bukan membawa foto2 indah negara indonesia, namun membawa foto2 yang kurang menyayat hatii

  3. masalahnya bukan malu atau bangga, dan juga bukan bergantung sama pejabat negara yang kita harapkan mau mengubah wajah indonesia. Ini permasalahan lama yang sudah menggurita, kalau mau cari siapa yang salah ya.. basi aja. Pun pasti menuding kesana kemari. Toh mereka ada bukan karena siapa-siapa, mereka ada karena mengejar ilusi kekayaan yang diberikan masyarakat urban atas keglamoran kota jakarta, dimana hal itu akan membawa rasa bahagia. tapi mari kita lihat, benarkah kalau kekayaan membawa rasa bahagia, atau justru mereka sudah bahagia dengan kondisi mereka di pinggir sungai itu. Kita juga ga berhak menghakimi mereka, dan menyatakan kalau mereka memalukan bangsa. enak aja!

  4. …namanya “wisata mengunjungi ‘daerah miskin'” kita perlu beri nama yang lebih menjual! bisakah? hehe
    -wisata ini sedang trend saat ini di asia, mungkin di seluruh dunia;
    -satu hal yang perlu diperhatikan adalah, bagaimana kontribusi “wisata” ini bisa meningkatkan taraf dan kualitas hidup masyarakat setempat, (pendidikan, bisnis dsb)
    -bahkan saat ini mereka bahkan jauh datang dari luar hanya untuk liburan dan membantu sukarela di daerah seperti ini, “belum kaya = miskin”
    -Indonesia kaya dengan alamnya😀 perlu didukung kaya pikiran juga, ok!

  5. knapa malu?malu dengan kenyataan?
    itulah cerminan bangsa..klo nonton siaran luar kaya cnn, nhk dll.
    yang namany indonesia ga pernah disorot semanggi or gedung2 mewah sudirman
    tapi ya itu smua..yang sodara2 liat di wisata kemiskinan..
    jadi apa lagi yang malu?malu ad orang ngeruk untung dari orang miskin?
    damn..open your eyes widely..dari jaman belanda juga orang kaya smua ngeruk untung
    dari orang miskin..wong uang korban bencana di korup juga ga ad masalah..

  6. kemiskinan jangan ditunjuk-tunjukan, biarlah mereka saja yang merasakan, emang ada yang peduli dengan mereka?

  7. saya pikir ada sekian salahpaham dengan materi tayangan yang hanya fokus ketika kami mengunjungi warga yang memprihatinkan. namun kepedulian kami terhadap mereka lah yang membuat saya menggagas Jakarta Hidden Tour tersebut. Harap dapat dilihat webpage kami : http://www.realjakarta.blogspot.com separuh dari fee-donation kami serahkan kepada warga , dan bagi mereka yang sakit kami coba bantu, juga dengan kami bentuk informal school, lalu sejauh dana yang ada kami berikan micro finance
    semoga kesalahpahaman ini dapat menjadi awalan bagi masukan yang lebih tertuju kepada pemberdayaan masyarakat urban kota

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s