Budaya komentator

Ketika nonton berita di televisi, saya sangat jenuh karena isinya cuma itu-itu aja. Sebagai contoh, kasus Malaysia yg mengklaim budaya Indonesia. Kita hanya bisa komentar tanpa tindakan yg cepat. Sudah terbukti sejak pemerintahan Presiden Soekarno, Malaysia selalu melecehkan Indonesia namun kita hanya bisa diam. Misalnya kasus TKI. Sudah berapa puluh (ratus) orang TKI/TKW kita disiksa oleh orang Malaysia? Namun apa yg kita perbuat? Diam, diam, dan diam. Atau hanya komentar tanpa langsung cepat bertindak. Bahkan KBRI di Malaysia kalau tidak didesak masyarakat Indonesia, pasti hanya diam atau hanya bisa komentar.

Dalam dunia sepak bola, bangsa kita hanya bisa jadi komentator tanpa ada action untuk berprestasi. Mana buktinya timnas Indonesia menjuarai event Internasional? Paling bagus prestasinya adalah finalis setelah itu NOL BESAR. Kalau ada pertandingan bola, komentator Indonesia sangat fasih dan berlagak main strategi dengan kalimat ‘seandainya….bla,bla,bla…’

Inilah yg membuat bangsa ini tidak maju-maju karena bisanya cuma komentar, saling menyalahkan, dan mencari kambing hitam. Kita tak usah menyalahkan siapa-siapa, cukup kita introspeksi diri sebagai bangsa yg berjiwa besar. Jika kita mau saling introspeksi diri dan tidak saling menyalahkan, maka persoalan bangsa ini akan cepat selesai. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s