Madzhab Silaturahim

Pada suatu hari saya mendapat sebuah pesan dari seseorang akhwat yg isi pesannya sangat mengagetkan hati. Akhwat tersebut meminta sebuah doa pada saya, saya pun mikir…saya bukan kiai, ustadz, atau ulama…tapi kok dimintai doa ya? Akhirnya dari pada mengecewakan akhwat tsb, saya beri saja doa yg diajarkan oleh salah satu guru saya, yg isi doanya adalah memohon diberi kehidupan yg lebih baik dari kemarin.

Dari kejadian itu, saya jadi merasa aneh dan bingung sendiri. Saya bukan ulama, ustadz, atau kiai. Saya hanyalah seorang hamba yg senantiasa belajar untuk menjadi baik. Saya masih banyak dosa dan kekurangan. Saya memang seorang muslim tapi saya bukan penganut salah satu dari 4 madzhab yg terkenal itu. MADZHAB YG SAYA ANUT ADALAH MADZHAB SILATURAHIM karena dengan menebar silaturahim maka tak akan ada perbedaan di antara umat Islam. Islam bagi saya adalah satu, satu yg disembah yaitu Alloh Azza wa jalla, satu Nabi dan Rasul yaitu Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam, satu kitab suci yaitu Al Qur’an Al Karim, dan sunnah Nabiyullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam.

Saya belajar Islam tidak hanya dari satu guru. Guru yg Paling Utama bagi saya adalah Alloh Azza wa jalla, kemudian Rasul Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam. Ulama yg jadi guru saya pun banyak, seperti Abdullah Gymnastiar, Yusuf Mansur, Muhammad Arifin Ilham, dsb..jadi saya ber-Islam tidak berada dalam satu kotak. Siapapun bisa jadi guru saya,bahkan anak kecil pun bisa jadi guru bagi saya. Wallahu a’lam.

Mungkin ini sedikit catatan kecil dari saya. Jangan diperdebatkan tulisan ini karena ini murni dari dalam diri saya sendiri. Saya adalah saya, saya bukan Anda, dan Anda juga bukan saya.

6 pemikiran pada “Madzhab Silaturahim

  1. islam itu memang satu
    islam memang islam
    islam bukan pecahan
    islam selamanya satu kesatuan
    tetapi umat islam akan menjadi serpihan

    urusan ibadah adalah paten
    belajar dasarnya (hukumnya), pahami, laksanakan dan jangan bertanya kenapa???

    banyak pendapat, banyak alasan
    itu seperti mencari semut hitam di atas batu hitam dalam malam gelap kelam

  2. saya setuju dengan mas winant.Untuk menjalankan agama,jangan terlalu banyak bertanya kenapa.Jalani syariat dengan ikhlas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s