Mengapa harus bunuh diri?

Akhir-akhir ini kita sering dengar berita tentang orang bunuh diri. Dalam sebuah berita di media cetak, ada ibu muda yg melakukan bunuh diri dengan cara pati obong alias membakar diri. Ironisnya, ibu tsb mengajak anaknya yg masih balita untuk bunuh diri. Alasan ibu muda tsb adalah dia punya hutang sebesar 20 ribu rupiah pada tetangganya. Astaghfirullah.

Mungkin bagi sebagian besar dari kita menganggap uang sebesar itu sangat kecil. Namun bagi ibu tsb, uang 20 ribu sangat besar.

Bunuh diri adalah salah satu dosa besar karena bunuh diri sama halnya dengan putus asa dari rahmat Allah. Padahal Allah telah berfirman,” Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” Putus asa adalah salah satu sifat iblis La’natullah alaih. Jika manusia putus asa itu artinya manusia telah mengikuti langkah iblis.Na’udzubillah.

Orang yg bunuh diri adalah orang yg ketika menghadapi suatu masalah tidak mau atau enggan berbagi atau curhat dengan orang lain yg bisa dipercaya. Orang tsb tidak tahu solusi dari masalah yg dihadapi dan menganggap bunuh diri adalah jalan keluarnya. Padahal orang yg mati bunuh diri tempatnya di neraka jahannam. Na’udzubillah.

Manusia adalah makhluk yg sempurna karena dikaruniai akal pikiran. Berbeda dengan makhluk lain, misalnya burung. Burung terbang meninggalkan sarangnya di pagi hari dalam kondisi lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang. Burung tak pernah mikir besok makan apa, yg penting sekarang atau hari ini ikhtiyar perkara dapat makan atau tidak itu urusan Allah yg Maha Pemberi Rezeki, yg penting burung ikhtiyar lalu tawakkal pada Allah.

Manusia dibekali akal pikiran seharusnya harus lebih hebat dari pada burung. Manusia harus mengeksplorasi kemampuan dan bakatnya untuk menggapai tujuan hidupnya. Manusia wajib berikhtiyar semaksimal dan seoptimal kemampuannya, kemudian tawakal pada Allah. Yakinlah Allah tak akan pernah membuat hamba-Nya menderita selama hamba tsb berusaha semaksimal mungkin dan Allah tak akan membebani hambaNya melebihi kemampuan hambaNya. Hal ini tersirat dalam firman Allah, ” Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai kaum itu merubah kondisinya sendiri..” dan ” Tidaklah Allah membebani hambaNya melebihi kemampuan hambaNya.” Wallahu a’lam.

Satu pemikiran pada “Mengapa harus bunuh diri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s