Menyiasati utang dan sedekah

– Misal, Anda punya utang Rp 10 juta.
– Anda dapat uang Rp 1 juta. Terus, alokasinya seperti apa?
– Pertama, Rp 900 ribu untuk menyicil utang.
– Kedua, Rp 100 ribu untuk sedekah.
– Mengapa membayar utang lebih diutamakan? Karena membayar utang itu wajib, sedangkan sedekah itu sunnah.
– Mengapa tetap disisihkan untuk sedekah? Supaya sedekahnya dibalas berlipatganda dan dimudahkan melunasi utang.
– Coba bayangkan, Anda-lah si pemilik piutang. Begitu tahu si pemilik utang dapat uang Rp 1 juta dan si pemilik utang menyedekahkan seluruhnya, tentulah Anda kesal. Pun Yang Maha Adil telah menetapkan bahwa utang itu wajib dan sedekah itu sunnah.

Lantas, gimana kalau utangnya sangat besar?
– Misal, Anda berutang Rp 1 miliar ke bank.
– Anda dapat uang Rp 1 juta. Terus, alokasinya seperti apa?
– Berhubung uang ini tidak memadai untuk membayar dan menyicil utang, maka sedekahkan saja Rp 1 juta tersebut. Supaya sedekahnya dibalas berlipatganda dan dimudahkan melunasi utang.
– Kecuali, memang telah disepakati bahwa bayaran dan cicilan bulanan Anda adalah Rp 1 juta atau sekitar itu. SETUJU?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s