Berbisnis dengan Allah

Dalam sebuah acara reality show yang di tayangkan oleh salah satu televisi swasta, ada seseorang baik anak maupun orang dewasa yang meminta bantuan atau pertolongan dari orang-orang yang ada di sekitarnya. namun sayang dari sekian banyak orang yang di pinta tolong tersebut tidak ada yang menolongnya sampai 2 atau 3 hari. Dan setelah ada yang menolong barulah kita tahu orang  yang menolongnya itu di beri uang sebagai imbalannya karena telah membantu dan menolong.

Bayangkan dalam sehari dia minta tolong ke beberapa orang namun tidak ada yang membantunya. Bisa jadi orang yang di jumpainya itu banyak. begitu sulitkah kita memberi? apa yang membuat kita tidak menolongnya? Padahal kita bisa loh membantunya. apakah karena tidak adanya imbalan.

Membantu  dan menolong orang lain merupakan suatu amalan yang sangat di anjurkan oleh agama. Dan kita sadar bahwa perbuatan itu adalah hal yang baik, tapi kenapa hanya segelintir orang yang dapat melakukannya. Kita akan berkorban apa saja jika yang minta tolong tersebut adalah orang yang kita cintai. Bahkan tanpa diminta pun kita pasti memberikan sesuatu yang berharga buat orang yang kita cintai.

Apa yang akan kita berikan jika ada seorang pengemis menghampiri dan di saku kita ada uang, pasti yang kita berikan uang recehan atau uang yang nilainya kecil atau juga mencari uang yang sudah lecek, kalau tidak ada yang itu maka tangan kita yang diangkat. Menandakan jika  tak ada yang bisa di berikan.

Kita simak hadist yang ada di bawah ini, moga kita tidak menyesal di saat sakaratul maut menjemput ketika kita telah memberikan sesuatu, Allah membeberkan pahala kebajikan kita termasuk sedekah. Hal tersebut pernah dialami oleh salah satu sahabat nabi.

Saat sakaratul maut tiba sang sahabat berguman : ” Andaikan lebih jauh,” berapa saat kemudian ia berguman lagi, ” andaikan yang baru,” tak lama kemudian keluar lagi dari bibirnya, ” andai semuanya.”

Peristiwa tersebut mengejutkan para sahabat lainnya dan juga dibuat bingung dengan peristiwa tersebut. disaat mereka sedang bingung, datanglah Rosulullah SAW. Lalu salah serang diantara mereka mengutarakan kejadian yang membingungkan itu dan bertanya, ” ya Rosulullah … berilah penjelasan kepada kami tentang makna gumaman sahabat ini ?”

Rosulullah berkata, ” Kalimat pertama keluar tatkala Allah beberkan pahala sedekahnya di dunia, yaitu ketika suatu hari dalam perjalanan ke mesjid untuk melaksanakan shalat jum’at sahabat ini melihat seorang kakek tua renta yang tanpa seorang penunjuk jalan yang membantu, maka hatinya tergerak untuk menolong. Ia tuntun sang kakek hingga tempat yang di tuju, ternyata tujuanya begitu dekat. Saat sakarat itu Allah perlihatkan padanya pahala menuntun sang kakek, maka keluarlan kalimat, “andaikan lebih jauh.” artinya andaikan lebih jauh jaraknya maka pasti akan lebih banyak pahala saya peroleh.

Kalimat kedua muncul karena pada suatu subuh yang sangat dingin dalam perjalanannya ke mesjid, ia melihat ada seorang yang sedang menggigil, pucat, bibirnya membiru dan ternyata ia sedang sakit. Ia tertidur di emperan rumah. Lalu sahabat kita ini memberikan kepadanya mantel yang jelek, yang kebetulan subuh itu membawa dua mantel. Yang baru dipakai di dalam dan yang jelek dipakai di luar. Maka saat ia sekarat, Allah tunjukan kepadanya pahala mantel yang jelek itu. Ia menyesal, lalu berguman, ” andaikan yang baru.”

Kalimat  ketiga yang keluar dari bibir sahabat ini terucap ketika Allah tunjukan pahala sedekahnya di dunia yang tidak maksimal, yaitu ketika ia pulang ke rumah. Ia bertanya kepada istrinya, ” apa ada yang bisa ia makan sore ini?” Sang istri menjawab, ” ada mas…” Lalu istri tercintanya menyuguhinya sebuah roti yang berisi daging. Disaat ia mau menyantap roti tersebut, pintu rumahnya diketuk seseorang yang ternyata pengemis yang merintih kelaparan dan meminta belas kasihannya. Ia pun memotong rotinya menjadi dua bagian, yang satu ia makan dan bagian yang lainya ia berikan kepada pengemis. Dan di saat ajal menjemput Allah beberkan pahala sedekah sepotong rotinya tersebut . Ia menyesal karena tidak memeberikan yang terbaik kepada pengemis, maka ia berguman,”andaikan semuanya.”

Janji Allah dalam surat Al-baqarah : 245

“Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Dia akan melipat gandakan ( pembayaran ) kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.”

Sumber dari artikel Ustad Yusuf mansur

3 pemikiran pada “Berbisnis dengan Allah

  1. bagaimana kalau pengemis adalah sebuah pekerjaan? apakah kita tetap memberikan pengemis tersebut uang?
    Apa kita memberi apa yang mereka perlukan, misalnya makanan dan pakaian.
    Mana yang lebih baik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s