Islam Jaya jika Umatnya Kaya

Islam adalah agama fitrah. Islam menganjurkan umatnya untuk menjadi orang kaya. Kaya di sini dalam artian kaya secara ekonomi, bukan hanya kaya hati. Namun Islam juga mewanti-wanti kepada umatnya untuk mencari kekayaan dengan cara yang halal. Allah Swt. mencintai hambaNya yang kuat, baik kuat fisik atau kuat secara finansial. Walaupun Allah Swt tidak membenci orang yang miskin, tapi Allah Swt menyuruh kita untuk bekerja keras (ikhtiyar) untuk menjemput rezeki dan bertawakkal kepada Allah Swt. Di dalam Islam, kaya dan miskin BUKANLAH takdir tetapi sebuah pilihan.

Teladanilah Rasulullah Muhammad SAW. Beliau adalah orang yg kaya.Beliau adalah entrepreneur sejati.  Muhammad SAW telah mengenal perdagangan di usia 12 tahun atau diistilahkan dengan magang (internship). Hal ini terus berlangsung sampai usia 17 tahun ketika beliau telah mulai membuka usaha sendiri. Dengan begitu pada usia ini beliau sudah menjadi seorang business manager. Dalam perkembangan selanjutnya, ketika para pemilik modal di Makkah mempercayakan pengelolaan perdagangan mereka kepada Muhammad SAW, beliau menjadi seorang investment manager.

Ketika beliau menikah dengan Khadijah dan terus mengelola perdagangannya, maka status beliau naik menjadi business owner. Ketika usia beliau menginjak pertengahan 30-an, beliau menjadi seorang investor dan mulai memiliki banyak waktu untuk memikirkan kondisi masyarakat. Pada saat ini beliau sudah mencapai apa yang diistilahkan sebagai kebebasan finansial (financial freedom) oleh Robert T. Kiyosaki.

Oleh karena itu, umat Islam harus dan WAJIB ‘AIN untuk kaya. Menjadi seorang Entrepreneur (wirausahawan) haruslah menjadi tujuan hidup di dunia bagi seorang muslim, karena dengan menjadi seorang entrepreneur (wirausahawan) akan mempunyai banyak waktu longgar untuk beribadah kepada Allah Swt, antara lain ketika masuk waktu sholat maka akan bisa sholat berjamaah di masjid, atau bisa menunaikan sholat sunnah Dhuha. Bandingkan ketika harus bekerja di pabrik atau menjadi karyawan, waktu untuk beribadah pun sangat amat terbatas, misalnya : kerja di pabrik jam 12 istirahat sampai jam 12.30, waktu untuk sholat berjamaah akan terlewat.

Tulisan ini hanyalah sekelumit pemikiran dari penulis. Jika ada salah kata mohon dimaafkan.

3 pemikiran pada “Islam Jaya jika Umatnya Kaya

  1. assalamu’alaikum….Pak tutuko…
    sebenarnya banyak muslim yang ingin beriwiraswasta – termasuk yg sdh memiliki pekerjaan tetap kantoran, jug ada yg krn suami sdh meninggal dunia- karena hanya dengan berdaganglah bisa kaya. tetapi kenyataannya sgt pahit yg dihdpi krn skill 4 it nothing n hnya semangat aj. akhirnya modal habis dan terbuang percuma….jg perlu kesabaran bergerak dr nol n dlm jgka panjang 4 stabil prekonomian keluarga.pdhal….biaya kelrg tak mau menunggu wkt…but…whatever….syukron infonya…wasslm.roswitahrp.word.press.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s