Berbisnis adalah salah satu syari’at Islam

Ada sebuah hadits dari Rasulullah Muhammad Saw., yang berbunyi : ” Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China “. Hadits tersebut ternyata setelah saya telaah mengandung maksud bahwa umat Islam diwajibkan untuk mempelajari cara orang China untuk mendapatkan kekayaan. Sekarang terbukti bahwa orang China telah ‘menguasai’ perekonomian dunia sehingga Amerika pun dibuat ketar-ketir.

Bisnis atau perdagangan adalah syariat Islam. Banyak di dalam Qur’an ayat-ayat yang membahas tentang perdagangan atau jual beli, salah satunya ada di Qur’an surah Al Jumu’ah, yang menerangkan bahwa selesai sholat (Sholat Jum’ah -pen), manusia diwajibkan bertebaran di muka bumi mencari karunia Allah dengan berdagang. Rupa-rupanya ayat ini yang menginspirasi orang China. Kita semua tahu, orang China menyebar ke seluruh penjuru dunia untuk mencari penghidupan, bahkan dikatakan dalam buku ‘Rahasia Bisnis Orang China’ karya Ann Wang Seng, orang China dapat hidup walaupun di padang pasir atau daerah pedalaman, dan bisa menemukan peluang bisnis di tempat yang primitif sekalipun.

Di era sekarang, orang China benar-benar menguasai ekonomi dunia bahkan Indonesia. Lihat saja, di pasar Klewer Solo, banyak beredar batik buatan China dengan harga murah. Bahkan handphone buatan China sekarang canggih dan tidak kalah dengan buatan Nokia atau Blackberry.

Umat Islam harusnya meniru orang China. Selama ini umat Islam kurang bisa berkembang karena mereka selalu berkutat pada masalah khilafiyah yang tidak akan pernah ketemu ujung pangkalnya. Dari pada berkutat pada masalah khilafiyah, mendingan umat Islam mencontoh orang China dalam berdagang. Ingat, Nabi Muhammad Saw. adalah pebisnis, sahabat Abdurrahman bin ‘Auf juga pebisnis yang kaya raya, Umar Ibnu Khaththab juga pebisnis, istri Rasulullah Saw., Khadijah, juga pebisnis, dan masih banyak lagi.

Jihadnya orang Islam adalah memberantas kemiskinan karena kemiskinan akar dari kekafiran. Orang Islam banyak yang murtad karena kemiskinan. So, mari kita berjihad dengan memberantas kemiskinan dengan menggalakkan program kewirausahaan. Kejayaan umat Islam salah satunya ditopang dengan ekonomi yang kuat dan kokoh.

Selama ini umat Islam takut berbisnis karena doktrin yang salah mengenai profesi pedagang. Profesi pedagang dianggap hina dan dimarjinalkan, berbeda dengan profesi pegawai, guru, dokter, dsb. Bahkan lebih miris lagi, ada salah satu dosen yang memandang remeh ketika ada mahasiswanya yang berdagang walaupun kecil-kecilan. Itu yang pernah saya alami. Tapi itu bukan masalah buat saya karena masa depan saya itu tanggung jawab saya sendiri bukan orang lain.

Yang terakhir, profesi yang dicintai Allah adalah profesi sebagai pedagang, dan itu sudah ada dalam salah satu hadits yang menjelaskan bahwa 9 dari 10 jalan rezeki diperoleh lewat jalur perdagangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s