Hutang dan Rezeki

Saya ingin membagi pengalaman saya selama bekerja di sebuah koperasi. Di koperasi tersebut saya bekerja sebagai seorang Account Officer atau dengan kata lain sebagai Marketing. Job description yang diamanahkan kepada saya adalah mencari nasabah penabung (funding), nasabah pembiayaan (finance), dan penagihan.

Di sini saya ingin berbagi pengalaman ketika melakukan penagihan. Dalam melakukan penagihan, saya dihadapkan dengan berbagai karakter nasabah. Ada yang kooperatif ketika ditagih, ada juga yang sulit ditagih. Jumlah yang sulit ditagih ini yang prosentasenya paling banyak, entah sebabnya apa kok nasabah sulit bisa lolos pengajuan pinjaman (kata manajer saya, “dalamnya hati orang siapa yang tahu…”hehehe…. ๐Ÿ™‚ ).

Pengalaman saya selama menagih nasabah memberikan saya sebuah pelajaran berharga yaitu ada korelasi antara hutang dan rezeki. Pelajaran ini akan saya ingat sepanjang hidup. Pelajarannya adalah nasabah yang sulit ditagih dan selalu ingkar janji, ternyata kehidupannya sangat rumit dan banyak masalah, seperti ekonominya tersendat-sendat, hidupnya tidak tenang, anaknya sakit, dan sebagainya. Sedangkan nasabah yang ketika ditagih dia bersedia membayar, atau paling tidak, dia punya itikad baik untuk mengangsur, kehidupan mereka normal-normal saja dan hampir tidak ada masalah berat yang mereka hadapi.

Jadi betapa mulianya ajaran Islam yang mengajarkan bahwa ketika seseorang mendapat rezeki, utamakan membayar hutang dahulu, kemudian baru sedekah. Dan satu lagi, orang yang bekerja keras untuk mengangsur hutangnya, dia dapat pahala seperti orang yang bersedekah.

Demikian sedikit yang bisa saya share di tulisan sederhana ini. Kalaupun ada benarnya, itu datang dari Allah, dan kalau ada salahnya, itu karena kebodohan saya.

ย 

ย 

Ketika jenuh melanda….

Setiap orang pasti pernah dan bahkan sering mengalami titik jenuh atau titik nadir. Kejenuhan itu muncul karena seseorang melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan yang sama atau monoton tiap hari. Kejenuhan juga bisa terjadi ketika seseorang bekerja pada suatu perusahaan atau institusi, apalagi ketika dihadapkan pada kondisi dia melihat suatu keganjilan atau keanehan pada institusi tsb dan dia ingin merubahnya tapi tidak bisa karena terkendala status dia sebagai karyawan atau prosedur birokrasi yg rumit. Jika ini dibiarkan secara terus-menerus maka akan mengakibatkan menurunnya semangat dan produktivitas yg orang tersebut.

Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara mengatasi kejenuhan ? Ada beberapa cara untuk mengatasi kejenuhan. Di sini kami coba memaparkan dengan sederhana. Silakan disimak :

  1. Jika mengalami suatu kejenuhan karena pekerjaan yg monoton, cobalah sesekali ambil cuti 1-2 hari. Matikan handphone atau alat komunikasi yang berhubungan dengan pekerjaan, lalu rekreasilah bersama keluarga Anda ke tempat yang sejuk.
  2. Jika kejenuhan terjadi karena pusing melihat ketidakadilan di perusahaan tempat Anda bekerja, cobalah untuk bersikap cuek dan fokuslah ke job description yg diamanahkan pada Anda.
  3. Dan yg paling penting, program ulang niat Anda dalam bekerja. Caranya adalah minta pada Allah untuk meluruskan niat dalam bekerja. Niatkan ulang Anda bekerja semata-mata untuk meraih ridho Allah, bukan untuk mencari muka di depan atasan. Biarlah Allah yg menilai pekerjaan Anda, bukan mencari penilaian atasan Anda.

Demikian sedikit yang bisa Kami bagi pada para pembaca. Tulisan di atas tidak 100 persen benar karena kami masih dalam tahap belajar.

Allah senantiasa membantu hambaNya

Disadari atau tidak disadari, tiap saat Allah selalu membantu kita. Ketika kita mengalami kesulitan dan kita merasa sudah ‘mentok’, Allah pasti menolong kita meskipun kita belum meminta kepadaNya. Namun jika kita meminta langsung kepadaNya, Insya Allah, pertolongan itu akan lebih cepat datangnya.

Seperti yang dijanjikan Allah dalam surat Al Fath ayat 1 yang artinya : “sesungguhnya Kami (Allah) telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.’

Allah ketika menolong hambaNya, selalu mengutus tentara-tentara Allah. Seperti yang terjadi di Palestine. Para pejuang Palestine di dalam melawan Israel dibantu oleh tentara-tentara Allah walaupun persenjataan Israel lebih canggih dan modern.

Ingin mendapatkan pertolongan Allah dan mendapat kemenangan yang besar ? Ada syarat dan ketentuan berlaku yang harus dijalani. Ini syarat dan aturan dari Allah :

1. Senantiasa dekat kepada Allah. 2. Senantiasa membantu hamba Allah yg mengalami kesulitan. 3. Rutin tahajjud dan dhuha. 4. Sedekah dengan harta terbaik. 5. Berusaha keras menjaga diri dari maksiat.

Demikian sedikit yang bisa saya share di sini, Semoga bermanfaat.

hidup adalah ujian

Setelah sekian lama tidak nge-blog karena berbagai aktivitas bisnis di luar sana, kini aku coba menulis lagi. selama ini aku hanya nulis di facebook atau twitter. Okelah…..kita mulai aja….

Dari berbagai peristiwa yg aku alami sejak aku mulai beranjak dewasa sampai sekarang, banyak ku temui berbagai pelajaran hidup. Ketika aku mencoba jujur dan lurus ketika bekerja di suatu instansi, ternyata banyak godaan yg menerpa bertubi-tubi.

Selain itu, aku temukan korelasi antara hidup jujur dan kemudahan dalam hidup. Orang yg hidupnya tidak jujur, selalu ada saja musibah yg menimpa dan hidupnya tidak tenang. Sedangkan orang yg jujur, hidupnya tenang dan berberkah walaupun kadang tidak kaya. Tapi kaya itu relatif, tergantung kita melihatnya dari mana.

Yaaah….itu aja sedikit tulisan dari aku, emang nggak begitu penting sih tapi moga aja bermanfaat ๐Ÿ™‚

Ingin kaya ? rutinkan sholat dhuha

Sholat dhuha adalah salah satu sunnah Rasulullah Muhammad Shollallohu alaihi wa sallam. Sholat dhuha adalah kunci pembuka rezeki. Saya berkali-kali mendapatkan berbagai keajaiban berkaitan dengan merutinkan sholat dhuha tiap pagi.

Pernah saya menawarkan produk simpanan di sebuah Koperasi Syariah kepada salah satu penjaga masjid besar di suatu kabupaten. Awalnya saya tawari orang tsb untuk mau nabung di koperasi saya, jawaban yg saya dapat adalah penolakan. Namun saya tidak menyerah. Tiap pagi sebelum saya keliling mencari calon nasabah, saya mampir masjid tsb untuk sholat dhuha. Saya juga tiap hari ketemu penjaga masjid tsb. Saya punya keyakinan saat itu bahwa penjaga masjid tsb bakalan jadi nasabah saya. Saya tetap rutin berdhuha di masjid tsb dan tidak menawarkan lagi ke orang tsb.

Sampai suatu ketika, selesai berdhuha saya menuju motor saya untuk berkeliling lagi, tiba-tiba saya dipanggil penjaga masjid tsb dan bilang ingin buka tabungan di koperasi saya. Dia juga berpesan seminggu sekali datang untuk ambil setoran tabungan. Saya bilang Insya Allah ๐Ÿ™‚

Itulah sedikit testimoni saya mengenai keajaiban sholat dhuha. Semoga bermanfaat.

It’s my life

Gambar Gambar

Jujur, jalan pikiran aku dan cara aku memandang hidup terinspirasi oleh kharisma K.H Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan ustadz Yusuf Mansur. Aku tahu pemberitaan tentang Aa Gym beberapa waktu lalu sangat ‘memojokkan’ Aa Gym, apalagi berita yg dihembuskan media massa sangat tidak berimbang dan cenderung menyalahkan, padahal apa yang terjadi derngan beliau tidaklah seburuk yg media beritakan, dan sekarang Allah menunjukkan kebenaran. Aa Gym adalah sosok sederhana, santun bahasanya, dan visioner. Beliau melaakukan apa yg beliau dakwahkan kepada masyarakat, dan itu yg membuat aku kagum dengan beliau.

Begitu juga dengan ustadz Yusuf Mansur. Ketika beliau ceramah, tidak pernah terdengar segala yg memojokkan orang lain, dan ajakan beliau untuk kembali kepada Allah membuat aku mendapat hidayah dan seperti tersadar atas dosa-dosa yg telah aku perbuat.

Aku nggak 100% mencontoh beliau berdua, tapi sebagian besar jalan pikiran aku terinspirasi oleh beliau berdua yg sangat aku hormati, aku ingin sekali bisa menjadi santri beliau berdua….tapi jarak memisahkan….

Demikian sekelumit tentang aku…sebagai pemanasan, lama gak nulis di blog sederhana ini…hehehe ๐Ÿ™‚

ย 

ย 

Semangat Cari Jodoh

SEMANGAT MENCARI JODOH

Assalaamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh..

1. Memperbaiki Diri.

Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang shaleh atau shaleha, maka kita harus menjadi orang yang shaleh atau shaleha juga. Itulah maksud Allahu Ta’ala dalam firman-Nya :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)”. (Qs.24:26).

Memperbaiki diri disini pengertiannya ada dua, lahiriah dan bathiniah. Secara lahiriah kita perlu menjadi orang yang bersih, rapi dan menjaga bau badan. Tidak perlu berdandan yang berlebihan (tidak islami -pen). Tapi perlu kelihatan sebagai orang yang menarik (menebar senyum sedekah, bukan menebar pesona -pen).

Sebagian orang yang ingin menikah sangat berharap mendapatkan jodoh yang shaleh shaleha, tapi ia sendiri orang yang salah (tidak shaleh). Ini ibarat pungguk merindukan bulan. -Pen)

2. Tidak putus asa dalam berdoa.

Jangan pernah berputus asa untuk berdoa. Doa yang baik untuk mendapatkan jodoh adalah doa yang terdapat dalam Qs.Al-Furqon ayat 74 :

“Ya Robb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami Imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

3. Ibadah sunnah diperbanyak.

Agar jodoh kita semakin cepat datang, kita juga perlu mendekati Allah Ta’ala ekstra ketat. Caranya tidak hanya mengandalkan ibadah wajib saja, tetapi juga dengan menambah ibadah-ibadah sunnah (nawafil), seperti sholat tahajjud, sholat dhuha, shaum, tilawah al-Qur’an, infaq dan lain-lain. Lakukan ibadah sunnah ini secara rutin setiap hari, agar iman kita bertambah dan doa kita semakin dikabulkan Allah subhanahu wa Ta’ala.

4. Memiliki kriteria yang tidak muluk.

Mengapa jodoh sulit datang kepada kita ?? Salah satunya mungkin disebabkan karena kriteria jodoh kita terlalu muluk. Kita ingin jodoh yang mapan, ganteng atau cantik, berpangkat, keturunan baik-baik dan beriman. Keinginan semacam itu sah-sah saja, tetapi jika hal tersebut dijadikan syarat untuk jodoh kita maka kita telah mempersulit diri sendiri.

Itulah sebabnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan jika kita tidak dapat memperoleh semuanya, maka pilihlah yang agamanya paling baik.

Hal ini berarti mungkin saja jodoh kita orang yang miskin, tak berpangkat, bukan keturunan baik-baik, akan tetapi kita perlu menerimanya asalkan agama atau ahalaqnya baik, Jangan kita menginginkan kesempurnaan dari orang lain, padahal diri kita tidak sempurna.

5. Memperluas pergaulan.

Cara yang lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah dengan memperluas pergaulan. Dengan pergaulan yang luas kita juga lebih banyak mendapatkan pilihan. Seringkali jodoh itu datang bukan dari perkenalan langsung, tetapi dari kenalan teman kita. Itulah gunanya pergaulan yang luas. Ibarat seorang nelayan yang menebarkan jaringan luas untuk mendapatkan ikan yang lebih banya.

6. Meminta tolong orang lain.
Dengan meminta tolong kepada orang lain yang reputasinya baik. Orang tersebut bisa saja guru mengaji, murobbi, teman orangtua, saudara, atau lain-lain. Jangan malu-malu juga untuk mengulangi permintaan kita secara rutin, agar orang tersebut ingat bahwa kita meminta bantuan kepadanya.

7. Menyatakan hasrat secara langsung.

Bisa juga seorang wanita mendapatkan jodoh dengan cara menyatakan langsung kepada lelaki yang ditaksirnya, bahwa ia siap menikah dengannya.

Ini adalah cara yang masih asing dalam budaya Indonesia. Namun cara ini sebenarnya islami, karena pernah dilakukan oleh Siti Khadijah radliallahu ‘anhu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Siti Khadijah ra lah yang dahulu menyatakan hasratnya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melalui perantaranya.

Jadi buat kaum wanita yang merasa malu untuk menyatakan hasratnya, lebih baik nyatakan saja. Toh, semua itu kan sudah ada contohnya. Dan jangan sampai ada hubungan pacaran, tetapi langsung menikah yach. Oke.. ^_^

Semoga bermanfaat..